Desak Hentikan Pengiriman Timah

BABEL TERMASUK 10 Propinsi Paling Miskin di Indonesia
Perekonomian Bangka Belitung sedang tidak stabil, dikarenakan susahnya kegiatan penambangan yang di sebabkan oleh para perusahan penambangan tidak menjalankan usahanya sesuai regulasi UU minerba, hingga IUP yang mereka miliki hanya lah sebuah IUP IUPAN, karena seandainya para pemegang IUP menjalankan usahanya sesuai IUP diajukan tidak akan pernah ada lagi penambangan Ilegal, ini lah kesalahan dari pemerintah daerah yg terlalu berani obral perizinan pertambangan bukannya mengeluarkan WPR untuk pertambangan rakyat,
Berharap Pemerintah pusat turun langsung atas carut marut Pertambangan Timah di bukan hanya terjadi di bangka selatan tetapi hampir terjadi di setiap kab/kota di Bangka Belitung selama ini merupakan kejahatan korporasi,

Solusi asal pasir Timah di dapat, seharusnya WPR solusi asal timah di saat perusahan smelter sebagai penjual balok Timah di BKDI/ICDX tidak sesuai aturan Pasal 52 ayat (1) UU Minerba 2009 syarat memperoleh IUP perusahan smelter Timah,

Hal ini diperparah dengan adanya indikasi beberapa smelter yang ada di bangka belitung bisa memperoleh rekomendasi pengakuan ET-produk pertambangan walau tidak memiliki  IUP operasi produksi khusus pengangkutan dan penjualan atau  IUP operasi produksi khusus pengolahan dan pemurnian, cukup dengan berdalih bahwa yang diproses adalah permohonan perpanjangan ET yang lama maka dapat langsung diterbitkan pengakuan ET-produk pertangan yang baru!

Fahrizan Tokoh Pemuda Bangka Belitung mendesak pihak terkait untuk menahan pengiriman Timah di lakukan BKDI karena dasar hukum Permendag 44/2014 merupakan perubahan dari permendag 32/2013 jelas-jelas bertentangan dengan Pasal 57 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 32 Tahun 2013, dilarang mengolah mineral yang bukan dari pemilik Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dengan sertifikat clear and clean (cc).
sedangkan dalam Permendag 44, bahkan untuk memperoleh Ijin Eksportir Terdaftar Timah Industri (IETTI) sekali pun, tidak ada syarat ada sertifikat cc. “Ini mengherankan, sebab untuk pengolahan/industri hasil tambang seperti zirconium saja, mensyaratkan dukungan bahan baku dari perusahaan yang memperoleh sertifikat cc,”

Fahrizan mengatakan, apabila pemerintah saja tidak peduli asal timah, entah dari penambangan liar atau hasil curian, kemunduran total. Jangan karena membayar PPN 10%, maka ekspor apa saja menjadi bebas. Kalau sampai begini, sama sekali tidak melaksanakan Pasal 33 UUD 1945, alangkah lebih baiknya untuk saat ini tidak ada pengiriman Timah dari mana pun sama sekali,  karena semua itu akan menimbulkan gejolak sosial di masyarakat di saat babel krisis ekonomi karena timah yang akan di kirimkan itu adalah di indikasikan timah ilegal (TI Rajok) yang berasal dari penambangan ilegal yang di lakukan oleh para penambang yang di datangkan dari negeri seberang, lebih baik menunggu memotorium Timah dari gubernur babel tegasnya

Selain itu mereka perusahan tambang Timah swasta yang rata rata bergabung sebagai anggota BKDI/ICDX sebagai penjual balok Timah tetapi memiliki IUP yang ilegal, maka selain melalui jaringan berkedok mitra Timah mereka juga menggarap atau memperkejakan orang lain untuk menambang di kawasan ilegal baik di darat maupun di kolong daerah aliran sungai menggunakan TI Rajok, para penambang di datangkan dari daerah tetangga untuk bekerja TI rajok kawasan terlarang, agar mereka bisa menambang maka di kordinasikan oleh oknum aparat kepolisian maupun aparat TNI serta di dukung oleh oknum wartawan dari media lokal maupun nasional baik media cetak maupun elektronik dan ormas maupun LSM yang mereka sengaja buat sendiri melalui jaringan mereka, rata rata mereka bukan penduduk asli stempat melakukan dukungan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi mendapatkan FEE Rp.20.000 perkg dari Timah di dapat para penambang ilegal, imbuhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: