Siapakah Sebenarnya BUNTUK

SIAPAKAH BUNTUK ITU ??? 
Nama saya Fahrizan yang biasa di panggil BUNTUK oleh karena banyak yang mengenali saya dengan nama panggilan BUNTUK saya memberikan arti dari sebuah nama panggilan BUNTUK= Berani Ungkapkan Tuk Kebenaran, Saya lahir dari rahim seorang ibu rumah tangga Rosmala dan anak ke tiga dari seorang ayah anwar Bj yang sehari hari beraktivitas di kantor PT.Timah Tbk bagian logistik, di sebuah kota kecil di propinsi kepulauan Bangka Belitung kota pangkalpinang yang di lahirkan di rumah sakit UPTB yang saat ini RSBT pada hari sabtu, jam 04.50 atau sehabis shalat shubuh pada tahun 1981, 
Tak heran logat bahasanya pun kurang lebih sama seperti, ape, Nek kemane, ki ya, dak ngapa lah dsb. Anda pasti mengenal Bangka Belitung dari beberapa produk seperti lada, timah, martabak, kerupuk, bakmi, laskar pelangi. Keenam hal itulah yang akan membuat Anda mengenal tempat asal kelahiran saya ini tepatnya INDONESIA MINI yaitu kotamadya pangkalpinang, propinsi kep. 
Bangka Belitung 
Fahrizan bisa membaca & menulis setelah menempuh 2 tahun Taman kanak kanak dari 0 kecil ke 0 besar di TK Aisyiyah kota pangkalpinang di lanjutkan SD Sekolah Dasar NO. 3, SMP Muhammadyah, SMU THB semua di tempuh di kota pangkalpinang, yang tak pernah terbayangkan oleh Fahrizan di saat menerima Nem dan ijazah tamatan SD sekolah dasar untuk mata pelajaran PMP Pendidikan Moral Pancasila saat ini PPKN dengan nilai murni waktu itu mendapat Nilai 98,50, memasuki dunia kampus sebagai mahasiswa di DIII administrasi Negara STIA “AAN” jogyakarta banyak mengisi waktunya di habiskan untuk organisasi kemahasiswaan dengan berbagai jabatan termasuk ketua Badan eksekutif mahasiswa dan di tempuh 2 tahun menamatkan DIII adminstrasi Negara di lanjutkan ke S1 Universitas sebelas maret solo fakultas ilmu politik jurusan adminstrasi Negara sama halnya dengan di kampus STIA’AAN” jogyakarta waktu banyak di isi oleh aktivitas organisasi kampus dan sempat menjadi ketua
badan eksekutif mahasiswa fakultas ilmu politik, 
Setelah berjuang di negeri orang sudah sangat yakin mendapatkan ilmu selama di negeri seberang fahrizan pulang ke kampong halaman kotamadya pangkalpinang dengan niat ingin membangun Bangka Belitung yang diawali menjadi assisten manager Marketing Yamaha Bangka Belitung (Reza) karena di berikan tantangan pada PT. Bahana Auto Mandiri Dealer Motor Kawasaki Bangka Belitung sebagai Surveyor Marketing karena produktivitas kerja di tunjukan pada waktu itu penjualan motor Kawasaki di Bangka Belitung menanjak cepat hingga di promosikan jabatan manager marketing Kawasaki Gorontalo, oleh karena sebuah keluarga yang antara karier dan kebahagian keluarga maka dengan berani membuat perusahan sendiri yang bergerak di bidang barang & jasa dengan nama perusahan CV. Rara Riri Rizan Bersaudara hingga merambah ke bisnis iklan dan media on line bersama group PT.LENTERA MEDIA BABEL, 
Pendiri LSM KAMPAK BABEL, ALAMMAK BABEL, Persaudaraan Bangka Belitung dan mantan sekretaris KNPI BABEL 2010-2013 pendiri BUNTUK CENTER, Untuk mengetahui betapa menderitanya rakyat pulau penghasil timah nomor satu dunia, cobalah nonton film serial Laskar Pelangi. Seperti itulah rakyat Bangka Belitung bahkan sampai saat ini. Sayangnya Bangka Belitung tidak ada tokoh-tokoh seperti Gerakan Aceh Merdeka. Sebab jika ada mungkin saya yang akan ikut berjuang membebaskan rakyat Bangka Belitung dari penderitaan seperti itu. Bagaimana mungkin pulau yang pernah mendapat ranking sebagai penghasilan timah, lada, pasir kuarsa, bahkan kaolin nomor satu dunia bisa begitu menderita rakyatnya? Bukankah timah adalah emas putih dunia? Ini sama seperti Aceh penghasil minyak tapi miskin, Papua penghasil tembaga dan emas tetapi menderita, Kalimantan sebagai penghasil kayu tetapi rakyatnya terbelakang, dsb. Sampai-sampai ada yang rela jadi warga negara Malaysia. Ini kisah nyata dan bukan kisah mengada-ada! Ini tidak fair dan tidak adil! Anda pun harus berjuang untuk wilayah atau asal daerah Anda! Kekayaan alam Indonesia ini milik semua rakyat Indonesia dan harus dipergunakan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat UUD 1945 dan bunyi sila kelima Pancasila! Bukan miliki segelintir orang karena dekat dengan tampuk kekuasaan, punya jabatan, lingkaran presiden, jenderal-jenderal, dsb.

Sekali lagi ingin saya tekankan: tujuannya saya hanya satu yakni ingin memberikan pembelajaran kecerdasan berdasarkan pengalaman saya selama ini bagaimana saya melakukan perlawanan terhadap kebijakan kebijakan pemda babel karena saya tidak mau di bodohin oleh siapun maka saya mengetahui maksud tujuan akhirnya akan menzholimi rakyat babel, membagikan sebuah hasil kerja keras logika berpikir manusia yang sehat. Ketika suatu hari saya meninggalpun, saya ingin Anda dan orang-orang setelah kita tahu bahwa pernah ada orang-orang hebat dan pintar di zaman dulu. Mengutip sebuah kata bijak dari seorang ulama besar, “Ada banyak orang hidup tetapi mendengar namanya saja kita menjadi mati. Namun ada orang-orang yang sudah mati, tetapi ketika mendengar namanya kita menjadi hidup.” Anda mengerti maksudnya? Jadilah orang-orang yang bahkan ketika Anda meninggalpun, saat orang mendengar nama Anda, mereka merasa termotivasi, terhibur dan diteguhkan untuk mendapatkan semangat baru, hari dan masa depan, saya berprinsip pada sebuah pepatah yang berkata, “Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada memaki kegelapan.”

Saya dalam hal ini tidak ada kepentingan apapun dengan yang namanya Timah, kepentingan saya saat ini hanya untuk masa depan bangka belitung, masa depan adik adik saya, anak anak saya,di saat saudara saudara saya, kerabat saya, bahkan para pemimpin & wakil rakyat saya telah di bodohi oleh yang namanya materi recehan ini fakta terjadi, sudah dari pada cukup selama ini saya hanya lah jadi tempat di mana mana orang selalu memanfaatkan saya, hingga pembusukan yang selalu saya dapatkan apa yang orang lain maupun rekan rekan saya perbuat tetapi saya yang kena getahnya, yang pasti hidup harus punya prinsip dalam sehari hari, jangan hanya untuk sebuah kepentingan materi pribadi di dapat dari seseorang yang tidak gentle man dalam berorganisasi /berpolitik (pileg) sahabat sendiri sanggup untuk di tikam, yang pasti saya tidak kecewa & putus asa masih panjang jalan yang harus saya tempuh & masih banyak tempat di mana saya bisa mengabdi kepada masyarakat, semua itu tidak akan pernah habis & tidak akan pernah pudah sesuatu semangat untuk perubahan di mana pun organisasi tempat kita untuk mengabdi, yang penting tanamkan sebuah prinsip kepentingan dalam diri kita sendiri,

· Kapankah waktu kita untuk mengurusi kepentingan pribadi kita, waktu kita beraktivitas / bekerja

· Kapankah waktu kita untuk mengurusi kelompok kita, waktu kita menjalankan sebuah organisasi/perkumpulan kita dengan rekan rekan.

· Kapankah kita untuk mengurusi kepentingan orang banyak, waktu kita perjuangkan hak hak rakyat / masyarakat

Dari sebuah kepentingan itu, kadang kita lupa diri, kebanyakan yang terjadi pada waktu mengurusi kelompok atau organisasi selalu mengharapkan sebuah materi kepentingan pribadi, untuk menjalankan sebuah organisasi atau baru mau masuk sebagai anggota organisasi, 

Apalagi berbicara untuk kepentingan masyarakat tidak mendapatkan apa apa jadi malas untuk mengurusi kepentingan orang banyak, yang lebih menyakitkan malah kepentingan masyarakat banyak di manfaatkan untuk kepentingan pribadi,

Saat ini, kebiasaan mengumpat, memaki, menyalahkan, memojokkan, menggosip, menyebarkan berita bohong, dsb. sudah terbiasa. Apalagi jika situasi daerah, kondisi perekonomian, politik, semuanya berantakan dan silih berganti tiada henti. Lebih mudah memang mengeluarkan kata-kata makian, dsb. Saya rasa Anda dan saya pun bisa. Tinggal saja angkat suara, bikin akun facebook palsu, nyebarin hoak, dsb. untuk menjelek-jelekkan orang, Gampang sekali melakukan hal itu! Siapa pun bisa! Jadi tidak perlu bangga jadi orang yang sukanya menjelek-jelekkan sesuatu orang lain atau pemerintah.memilih untuk mengeluh itu jauh lebih gampang daripada memilih untuk melakukan perubahan.

Pertanyaannya adalah: apakah kita bisa memberikan solusi, jalan keluar atau membantu menyelesaikan hal-hal amburadul tersebut? Banyak yang tidak bisa bukan? Jadi jika kita menjadi pemimpin atau presiden sekalipun, kita juga tidak sama baiknya. Itulah yang terjadi dengan negara yang kacau seperti ini

Fakta perang bandar terjadi sejak era reformasi dan sejak kebodohan rakyat bangka belitung di mulai, PT.Koba Tin merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan komposisi kepemilikan saham 75% milik Malaysia Smelting Corporation atau MSC, Malaysia dan PT.Timah 25%, salah satunya bandar dari para Pengusaha Singapura dari Singapura Tin Industri (STI) dan BUMN China Yunan Tin mendirikan pabrik pemurnian bijih timah (Smelter) di kawasan Jelitik Sungai Liat Bangka dengan membentuk perusahaan patungan smelter menurut Tokoh Pemuda Bangka Belitung ‘Fahrizan katakan hampir rata rata perusahan pertambangan Timah yang industri smelter di bangka belitung mereka kuasai rata rata sahamnya, tanpa terkecuali PT.Timah juga mereka kuasai saham publik 35%, 

Setelah tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat belitung terjadi penolakan DOLPHIN ISLAND dan KAPAL HISAP dari Bcare, mahasiswa & masyarakat belitung, para mafia timah tidak kehilangan akal mereka memainkan perannya dengan penolakan kontrak karya PT.KOBATIN yang sengaja di buat isu kapitalis, antek antek asing hingga PT.KOBATIN di tolak pemerintah pusat perpanjangan kontrak karyanya, hingga mereka konsorsium timah membentuk bursa timah indonesia, 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: