Peran Internal Auditor dalam Melawan Fraud

Peran Internal Auditor dalam Melawan Fraud


Meningkatnya kasus fraud secara global akhir-akhir ini mendorongasosiasi The Institute of Internal Auditors (IIA) untuk mengeluarkanpanduan dalam menghadapi risiko fraud. Kedua panduan itu adalah:
1. Internal Auditing and Fraud
2. Fraud Prevention and Detection in an Automated World
Kedua panduan di atas menjadi bagian yang “sangat direkomendasikan” (strongly recommended)dalam The International Professional Practices Framework (IPPF),kumpulan standar dan panduan untuk profesi internal audit yangdikembangkan oleh The IIA.
Panduan Internal Auditing dan Fraud bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness)auditor mengenai fraud dan menjadi panduan bagi internal audit dalammenghadapi risiko fraud. Berikut ini adalah poin-poin penting yangterdapat dalam Panduan Internal Auditing dan Fraud:
Karakteristik fraud
Terdapat tiga karakteristik umum dalam tindakan fraud, yaitu:
1. Tekanan atau insentif: adanya tekanan kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh pelaku fraud
2. Kesempatan: adanya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan fraud
3. Rasionalisasi: adanya justifikasi oleh pelaku atas tindakan fraud yang dilakukannya
Program manajemen fraud yang efektif
1. Kebijakan kode etik perusahaan: berfungsi sebagai “tone at the top” dari jajaran manajemen
2. Fraud awareness: memahami apa itu fraud, penyebab dan karakteristiknya
3. Fraud risk assessment: mengevaluasi risiko dan potensi terjadinya fraud
4. Review secara berkelanjutan: aktivitas internal auditmempertimbangkan adanya risiko fraud dan menjalankan prosedur audityang tepat berdasarkan risiko fraud tersebut
5. Pencegahan dan pendeteksian: adanya upaya-upaya yang dijalankanuntuk mengurangi risiko terjadinya fraud dan dapat dengan segeramendeteksi apabila fraud telah terjadi
6. Investigasi: adanya prosedur dan sumber daya yang memadai untuk melakukan investigasi dan melaporkan kecurigaan adanya fraud
Tanggung jawab utama atas pencegahan fraud terletak pada jajaranmanajemen. Adapun kegiatan internal audit dapat membantu manajemendalam melakukan pengendalian internal (internal controls) yang memadai untuk mencegah terjadinya tindakan fraud.
Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh internal audit terkait dengan risiko fraud.
1. Melakukan audit atas manajemen pengendalian fraud
Mencakup kebijakan dan prosedur yang memadai, tone at the top, lingkungan pengendalian (the control environment), risk assessment, evaluasi kecukupan kontrol untuk mencegah dan mendeteksi fraud, incident management, investigasi, dan pengembalian kerugian (recovery).
2. Melakukan audit atas proses dengan risiko fraud yang tinggi
Diterapkan pada aktivitas internal dan eksternal perusahaan, seperti misalnya audit siklus penggajian (payroll) dengan risiko adanya data palsu karyawan (phantom employees), audit tagihan vendor dengan risiko adanya tagihan yang berlebihan (overcharges), audit data vendor dengan data karyawan untuk mencari vendor palsu (fictitious vendors), dan melakukan review database untuk mendeteksi transaksi ganda (duplicate transactions).
3. Mempertimbangkan aspek fraud dalam aktivitas audit
Dengan melakukan brainstorming mengenai risiko fraud, evaluasi kontrolterhadap fraud, melakukan prosedur audit sejalan dengan risiko fraud,dan mengevaluasi terjadinya kesalahan/errors yang dapat menjadiindikasi terjadinya fraud.
4. Membantu manajemen dalam melakukan evaluasi risiko fraud dan menentukan apakah kontrol atas fraud telah memadai
Dilakukan terhadap area proses bisnis, peluang bisnis baru, dan aplikasi IT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: