KEMISKINAN INDONESIA

KEMISKINAN INDONESIA

Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat tidak hanya disibukkan dengankenaikan taraf dasar listrik (TDL) saja. Lebih dari itu, hargakebutuhan pokok pun ikut melambung. Harga kebutuhan pokok yang biasanyadiperkirakan akan naik saat bulan ramadhan ataupun menjelang Lebarankarena peningkatan jumlah permintaan, sekarang jauh dari perkiraan,belum datang bulan suci Ramadhan harga kebutuhan pokok meningkatdrastis. Harga cabe 1 kg yang biasanya berkisar antara 15.000-20.000kini menjadi 40.000-50.000, beras jenis IR 64 naik dari 6.600 – 6.750,beras jenis Ramos dan sejenisnya dari harga 8.250-8.500 dan harga berasyang 5.000 kini akan didapat dengan kualitas yang sangat rendah.
Sangat ironis memang, di negeri yang luas dan SDA yang melimpah inikebutuhan pokok selalu saja melambung tinggi. Namun yang lebihmengherankan lagi adalah meski harga kebutuhan pokok tadi melambung,faktanya tidak juga memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakatIndonesia. Padahal sebagian besar masyarakatnya bermatapencahariansebagai petani dan nelayan.Tetap sajakenaikan harga kebutuhan pokok tadi menjadi masalah bagi mereka. Sektorpertanian selalu memproduksi tanaman yang sebagai sumber makanan, baikitu beras, cabe, gandum, sayur-sayuran, dan buah-buahan, bahkankendala-kendala dalam bertani semakin tahun semakin banyak yang dapatdiatasi karena telah lahir ahli-ahli dengan ilmu pengetahuan danteknologinya yang mampu menyelesaikan permasalahan pertanian bahkanmemberikan alternatif baru bagi petani-petani di Indonesia dan hasilnyacukup baik untuk meningkatkan produksi. Namun, tetap saja hasil yangbaik tersebut tidak berpengaruh banyak pada tingkat kesejahteraanpenduduk Indonesia.
Ternyata, permasalahannya bukan pada sisi produksi, namun pada sisipendistribusian kebutuhan pokok dan budaya konsumtif masyarakatIndonesia yang sekarang semakin menjadi-jadi. Sistem kapitalistik saatini membuka peluang lebar bagi beberapa perusahaan maunpun agen yangbersifat swasta untuk menjadi pendistribusian kebutuhan pangan daripihak produsen yang umumnya berada di desa kepada masyarakat luassecara umum.
Hal yang demikian memberi kesempatan yang besar pula bagi pihakswasta yang beroriensi keuntungan untuk menimbun barang-barang primertadi. Ketika barang tersebut menjadi langka, barulah mereka akanmenjualnya. Tentu saja, dengan harga yang lebih tinggi berkali lipat.Dampaknya sudah tentu pula sangat merugikan masyarakat. Sehingga wajar,pada suatu kondisi tertentu harga dapat meningkat drastis. Dalam halini tentunya pihak swasta berprinsip ”dengan pengorbanan yang seminimalmungkin untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya”, sehingga dengan inilah harga dipasar tidak seimbang dan tidak stabil suatu saat dapat naiksetinggi-tingginnya ataupun sebaliknya. Hal ini karena pemegang hargadan pemasok barang kebutuhan terdapat pada pihak swasta, sedang negarahanya memberikan standar harga pasar saja.
Itu lah bila negara yang mayoritas penduduk beragama muslimberpedoman kepada aturan bukan dari Allah, maka masyarakat tidak akanmerasakan kesejahteraan secara menyeluruh dan merata, serta masyarakatharus bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhannnya, sedang negara tidakmempunyai kontribusi.
Berbeda bila negeri muslim ini diatur denganaturan dari sang pencipta yang mengetahui sebenar-benarnya makhluknya,sehingga aturannnya pun sempurna mengatur kehidupan dan manusia. Islamsebuah agama yang telah disempurnakan oleh Allah dengan syariat sebagaiaturan dalam segala aspek kehidupanya. Dan untuk masalahpendistribusian ini pun islam memilikinya.
Pandangan Islam dalam hal ini adalah bahwa negara lah yang mengaturapabila berhubungan dengan semua keperluan masyarakat. Karena itusumber-sember air, kayu bakar di hutan, padang rumput untuk hewangembala, kemudian sekolah, mesjid, rumah sakit, ladang-ladang minyak,pemabangkit listrik, laut, daun, Jembatan, bendungan dikuasai olehnegara untuk diatur agar dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat,dan dalam hal ini negara lah yang bertindak sebagai pemasok, pengatur,pendistribusi, penetap harga dan penjamin kebutuhan pokok masyarakat.Sehingga semua masyarakat terpenuhi kebutuhan pokoknya yaitu makanan,pakaian dan tempat tinggal.
Negara yang berasas islam akan memerintahkan Khalifah untukmenyediakan kebutuhan dasar (pokok) dari penduduknya. Islam menjadikanpemenuhan dan penyediaan kebutuhan-kebutuhan dasar itu suatu hak bagiseseorang yang tidak mampu memperolehnya. Khalifah akan mengembangkanproyek-proyek dan memberikan kontrak-kontrak untuk memastikan ekonomiyang dapat memenuhi kebutuhan atas setiap individu. Khalifah jugamemiliki kebijakan pertanian dan memberikan orang-orang yang tidakpunya pekerjaan sebidang tanah secara gratis untuk dikembangkan.
Islam pun mengatur harta milik umum, menetapkan sejumlah aturanuntuk memastikan telah beredar harta dan dalam beberapa hal mengenakanpajak pada orang-orang yang menimbun harta, secara keseluruhan islammemiliki seperangkat aturan yang membatasi penumpukan harta dan barang.Dengan demikian tidak akan ada pihak-pihak tertentu yang menguasaipasar sehingga akan terjadi keseimbangan pasar dan harga-hargakebutuhan pokok pun akan terjamin.
Sungguh telah nyata kerusakan, kesengsaraan dan kedzaliman akibattidak diterapkannya aturan-aturan Allah. Sudah cukup. Oleh karena itukita sebagai negeri muslim yang terbesar mari lah menjadi peloporpertama agar aturan-aturan Allah itu dapat diterapkan secarakeselurahan pada segala aspek kehidupan dengan diterapkannnya syariahsecara sempurna dengan kepemimpinan yang adil yang bertakwa kepadaAllah secara benar yang dengan kepemimpinanya dapat menjadi persai bagiumatnya itu lah Khilafah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: