Kejati Babel: Pembangunan Lab. BPOM Kota Pangkalpinang Bermasalah

Kejati Babel: Pembangunan Lab. BPOM Kota Pangkalpinang Bermasalah May 3, ’09 5:22 AM
for everyone

Pangkalpinang- Proyek pembangunan tahap I dan II laboratorium Balai Pengawas Obatdan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang tahun 2008, bermasalah. Pasalnyaproyek senilai Rp4 miliyar lebih yang di kerjakan oleh PT Cipta SariAbadi tidak sesuai dengan bestek. Yakni hanya mencapai lebih kurang 80%dari yang seharusnya. Alhasil negarapun harus dirugikan ratusan jutarupiah.

Hal tersebut seperti disampaikan Assisten Pidana KhususKejaksaan Tinggi Babel, Agus Irianto, SH. MH kepada wartawan di ruangkerjanya, Jumat (1/5). Ia menjelaskan, bahwa hasil temuan tim intelijenKejati, proyek pembangunan yang dilakukan dalam dua tahap tersebut,diduga kuat tidak memenuhi standar bestek.

Dihadapan wartawanAgus memaparkan bahwa sebelumnya, pembangunan proyek yang diambil daridana APBN 2008 tersebut dimenangkan oleh PT Cipta Sari Abadi melaluitender proyek pembangunan BPOM dan PT. Putri Siantan sebagai konsultanpengawas lapangan. Namun dalam penggarapannya, pihak PT. Putri Siantanselaku konsultan pengawas diduga tidak melakukan tugasnya, sebagaisupervisor pembangunan proyek dengan masa pengerjaan selama 126 haritersebut.

Pada tahap ke II pembangunan proyek BPOM yangnilainya Rp. 560 juta, PT Cipta Sari Abadi kembali ditunjuk sebagaipembangun tanpa melalui proses tender. Pembangunannya sendiriberlangsung selama 37 hari. Yakni, sejak 8 Nopember hingga 15 Desember2008, dengan konsultan pengawas yang sama, yakni PT. Putri Siantan.

Kendatidemikian, pembangunan proyek yang dilakukan pada tahap I dan II,dinyatakan secara fisik selesai 100 persen. Padahal dari pantauanpengawas di lapangan tidak sesuai dengan pernyataan tersebut.

MenurutAgus hasil pantauan dari pembangunan tahap I tersebut hanya selesai86,49. dari angka tersebut, setelah dikalkulasi, sebesar 13.51 persentidak terselesaikan atau senilai Rp. 472.721.600 nilai dari proyek,tidak terealisasi dalam pembangunan.

Begitu pula halnya dalampembangunan pada tahap II, berdasarkan hasil penilaian realisasipembangunan fisik yang selesai hanya sekitar 80 persen. Dengan katalain pembangunan fisik kurang 20 persen dari seharusnya. Dengandemikian senilai Rp112.040.000 tidak terealisasikan dalam pembangunan.Agus juga menyampaikan bahwa sebagai langkah awal pihaknya telahmelakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari PT. Putri Siantanpada Kamis (30/4) lalu.

“Namun, saat ini kami belum beranimenentukan tersangka dibalik kasus tersebut. Dugaan kuat, Pidsus akansegera memeriksa Ali Mas Adi, ST, Direktur PT. Cipta Sari, selakukontraktor, beserta jajarannya,” kata Agus dengan tegas.

Sementaraitu, Ali Mas Adi, ST, yang kediamannya terletak di Jalan Graha WahidCluster Madrid Blog Semarang tersebut, selaku Direktur PT. Cipta Sariyang juga berkedudukan di Kota Semarang.

Menyikapi penyelesaiankasus ini, Agus mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim gabungandari Pidana Khusus dan Satgas Tipikor pada Kamis (30/4)lalu, gunamelakukan pengusutan kasus dugaan korupsi tersebut. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: