Gayus Tambunan: Bukti Kesekian Kegagalan Hukum Thaghut

Gayus Tambunan: Bukti Kesekian Kegagalan Hukum Thaghut

Dewasa ini negara yang menerapkan filososfi hukum adalah panglimakembali dikejutkan oleh sebuah kasus hukum menggelikan. Gayus Tambunan,penjahat kakap Indonesia dikabarkan kabur tanpa kesulitan berarti dariRumah Tahanan dan malah plesiran ke Bali.Gayus sebelumnya tersandung oleh kasus penggelapan yang kemudianmembawanya ke meja hijau. Uniknya bak bola salju, kasus Gayus kinimelebar dan melibatkan sejumlah pihak setelah dirinya tertangkap basahketika tengah menyaksikan pertandingan Tenis bersama istrinya,. Dugaanini diperkuat foto-foto yang memperlihatkan lelaki mirip Gayus ditribun penonton hasil bidikan seorang wartawan. Seperti diberitakan,delapan polisi dijadikan tersangka terkait bebas berkeliarannyaterdakwa mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan, beberapa waktu lalu.
Menariknya Gayus tidaklah seorang diri. Bukanlah rahasia umum bahwatahanan kelas hiu dalam Negara yang menerapkan Sistem Demokrasi iniamat licin bagai belut jika wibawa dan gelimangan pundi sudah ditangan. Jauh berbeda dengan tahanan maling ayam dan sandal jepit yangmesti digebuki dulu dan diperas uangnya demi status bebas.Bahkan kadangkala kata bebas itu hanyalah isapan jempol sematamengingat begitu cantiknya permainan hukum, sekali lagi di Negara yangberfilosofi bahwa hukum adalah panglima. Dan lucunya Pihak kepolisianmasih saja berujar bahwa kasus itu hanya ulah sebagian kecil oknum.Kalau memang ini hanyalah hasil dari perilaku oknum, kenapa oknum dalamNegara yang menjadikan Undang-Undang Buatan Manusia sebagai dasarnyaini sering sekali mengkoleksi kasus kejahatan hukum yang justerudilakukan aparat hukum dan itu tersistematis.
Betul ternyata menurut Ahmad Thompson, salah seorang Ulama Inggrisdan juga praktisi Hukum di Eropa. Bahwa karakteristik utama SistemDajjal yang sekarang tengah berlangsung ini adalah sebuah Sistem yanghanya berorientasi perut. Tidak lebih. Berlaku atau tidaknya hukumtergantung seberapa besar kocek yang dimilikinya. Terlebih kita beradapada sebuah fase ujian terberat dari sebuah iman dimana SistemKepemimpinan Islam atau Khilafah sedang tidak ada.
Cara efektif dan jitu bagaimana mengentaskan Kasus Gayus justrusudah dengan rinci dibahas oleh Islam. Hukum Syari`at bersih darisegala bentuk kecurangan, kelemahan, dan unsur-unsur kepentingan.Karena legislatornya Allah SWT.
Berbeda dengan Hukum Positif yang tak lepas dari faktor-faktor di atas,karena legislatornya manusia. Umpamanya, Syari`at meletakkan prinsip“PERSAMAAN DI MATA HUKUM” (al-Musawah Baynan-Nas) yang pertama sekalidikenal adalah di dalam Islam.
Syari`at tidak membeda-bedakan orang atas dasar warna kulit, etnisatau bahasa. (Surat al-Hujurat 13), dan Hadits ‘Perempuan dari BaniMakhzum’. Prinsip itu lahir di tengah masyarakat yang diskriminatifoleh faktor etnis dan kabilah. Tetapi Islam berhasil menghapusdiskriminasi itu dengan semboyan Hadits Nabi SAW bahwa, ” Tidak adakelebihan orang Arab dari orang Non-Arab, selain dalam ketakwaan”.
Ini pula yang sempat menimpa Ali Bin Abi thalib, saat iamemperebutkan jubahnya dengan salah seorang Yahudi yang mencurinya.Tidak ada pertimbangan Hakim saat itu melihat Ali adalah amirulmukminin. Di meja persidangan Ali tetap kalah. Ia tak memiliki kuasamenjebolkan gugatannya mengingat hakim pada saat itu sangat adil dantak bisa luluh oleh status Ali yang juga amirul mukminin. Hakim tidakbisa berbuat apa-apa karena Ali tidak memiliki cukup bukti, walaupun iayakin jubahnya dicuri oleh seorang Yahudi. Lantas Apa yang terjadi? Alikeluar dari pengadilan dengan tangan hampa, padahal ia kholifah yangbisa jadi pada zaman sekarang status itu yang membuat seorang pemimpinbebas dari jeratan hukum.
Kegagalan Indonesia dalam menjinakkan para pejahat kakap sebenarnyabukanlah faktor oknum. Tapi tidak lebih dari timpangnya pemamahan hukumsecara integral. Problemnya menjadi semakin rumit karena Indonesiajustru menerapkan hukum musuh Allah, yakni Belanda yang notabenemisinya memang menjauhkan Umat Islam Indonesia dari Tuhannya.
Islam sudah mengatur jelas betapa konsep adil dalam hukum hanya dapatberlaku jika hukum Allah ditegakkan. Sayyid Quthb dalam Ma’alim FiiAththariqh-nya sudah menjelaskan bahwa orang yang baik-baik jika diaberkubang dalam lumpur hukum thaghut, cepat atau lambat tinggalmenunggu waktu bahwa ia akan terpenjara di dalamnya.
Sebaik-baiknya pejabat hukum ketika ia berada dalam naungan untukmenegakkan hukum buatan manusia, yakinkah ia akan menghadapai duakendala besar. Pertama, secara pasti ia tidak akan bisa menegakkanhukum seadil-adilnya. Kedua, ia akan berhadapan dengan resikoperedusiran iman yang cukup signifikan. Hal ini dirasa tidak berlebihankarena Allah telah menggariskan untuk kita agar menghindari sejauhmungkin pemberlakuan hukum thaghut menyesatkan ini.
“Apakah engkau tidak memperhatikan terhadap orang-orang yang mengakubahwa mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan (kepada)apa yang diturunkan sebelum engkau? Mereka hendak berhukum kepadathaghut (sesuatu yang menyesatkan, segala pembuat hukum selain AllahSWT), padahal sungguh mereka telah diperintahkan supaya mengingkarithaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatanyang sejauh-jauhnya.”(QS. an-Nisa’ : 60)
Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab I’lamul Muqi’in telah dengan baiknyamenyatakan bahwa siapa saja yang berhukum atau menghukumi dengan selainyang dibawa Rasulullah SAW berarti ia telah menjadikan thaghut sebagaihakim dan berhukum kepadanya. Dan thaghut adalah setiap yang disembah,diikuti, atau ditaati melebihi batas. Jadi, thaghut itu setiap sesuatuselain Allah dan rasul-Nya yang dijadikan penentu hukum oleh suatubangsa, atau diturut oleh mereka tanpa bukti/penjelasan dari Allah SWT.Walhasil hukum-hukum Allah SWT tidak dapat diterapkan secara sempurnatanpa adanya Negara yang menjalankan dan menjadi pelindungnya. Makaperjuangan penegakan Negara Islam yaitu Khilafahlah yang harus kitaperjuangkan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: