Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa (Alammak) Bangka Belitung Tolak Permendag No 4 Tahun 2007

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa BangkaBelitung mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjaukembali usulan revisi Peraturan Menteri Perdagangan No 4 tahun 2007tentang Kegiatan Ekspor Timah. Desakan ini disampaikan bersama empattuntutan lainnya yang tertuang dalam surat resmi kepada SBY. Surat itudiserahkan lewat Kementerian Sekretariat Negera, Jalan Medan Merdeka,Jakarta, Senin (29/11/2010).

“Surat yang kami tujukan kepadaPresiden SBY itu adalah wujud keprihatinan kami terhadap apa yangterjadi dalam industri pertambangan kita, khususnya tambang timah,”ungkap Putra Dwi Jasa Altolika, Ketua Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa(Alammak) Bangka Belitung (Babel), kepada Tribunnews dalam persrilisnya.

Alex, sapaan akrab Putra Dwi Jasa, menuturkan suratdiserahkan secara bersama dengan Ketua Ikatan Pelajar dan MahasiswaBangka (ISBA) Se-Indonesia M Ramlan, dan Ketua Umum Ikatan PelajarBelitung (IKPB) Pusat Teguh Trinanda. Mereka didamping Suryana,perwakilan Green Mining, dan Syargi Marsyandi, salah seorang pengurusISBA Jakarta.

“Ada 5 tuntutan kami kepada Presiden. Secara nyatakami menolak revisi Permendag no 4 tahun 2007, karena itu adalahkebijakan mundur dengan mengekspor bahan baku timah itu sendiri,”tegasnya.

“Di sisi lain kami juga meminta presiden mendesak PTTimah untuk lebih serius dan mencari teknologi guna mengolah Tin Slagdan Timah paduan itu dan mendirikan pabriknya di Bangka Belitungsehingga dapat memiliki nilai yang ekonomis dan dampaknya juga akandapat dirasakan oleh masyarakat Bangka belitung,” lanjut Alex.

Denganmemiliki pabrik dan teknologi yang memadai untuk mengolah Tin Slag,Alex menyebutkan Indonesia tidak perlu lagi mengekspor Timah keluarnegeri. Sebab kegiatan Ekspor pun dirasa hanya menguntungkan negaralain.

“Untuk ini diperlukan keseriusan dari pelaku industritimah tersebut. Kami harap setelah ini aka ada kelanjutan berupaaudiensi dengan Direktur Utama PT TIMAH selaku pelaku industri Timahterbesar di Bangka Belitung,” katanya.

“Jika memang peraturanmenteri perdagangan ini tidak jadi di revisi, kemudian mau diapakan tinslag ini? Apakah hanya akan terus di timbun?” imbuh Alex.

Sementaraitu, Ketua Umum IKPB Pusat Teguh Trinanda menambahkan Presiden harusmemberikan perhatian khusus terhadap pemberantasan kegiatanpenyelundupan Timah karena akan menimbulkan kerugian negara yang cukupbesar. “Ini tidak boleh dibiarkan berlarut–larut. Saya juga sebagaiperwakilan mahasiswa Belitung berharap setelah ini ada pertemuanlanjutan antara industri timah, legislatif, mahasiswa, tokoh-tokohmasyarakat, media massa nasional maupun lokal. Untuk berbicara lebihtransparan tentang timah di Bangka belitung,” kata Teguh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: